TAKSONOMI, SISTEMATIKA TUMBUHAN SERTA HUBUNGAN TAKSONOMI DENGAN ILMU LAINNYA

TAKSONOMI, SISTEMATIKA TUMBUHAN SERTA HUBUNGAN TAKSONOMI DENGAN ILMU LAINNYA

 

1.    Taksonomi Tumbuhan

Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini merupakan cabang dari taksonomi. Taksonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu : Taxis yang artinya susunan (arrangement) dan Nomos artinya aturan (hukum), taksonomi merupakan susunan berdasarkan aturan tertentu. Klasifikasi tumbuhan adalah bagian dari taksonomi. Ilmu taksonomi tumbuhan mengalami banyak perubahan cepat semenjak digunakannya berbagai teknik biologi molekular dalam berbagai kajiannya. Pengelompokan spesies ke dalam berbagai takson sering kali berubah-ubah tergantung dari sistem klasifikasinya.

Menurut Lawrence dalam bukunya Taxonomy of Vascular Plants definisi dari taksonomi dengan perumusan yang lebih sederhana, taksonomi adalah ilmu pengetahuan yang mencakup identifikasi, tatanama, dan klasifikasi pada obyek biologi yang bila dibatasi pada tumbuhan saja sering disebut dengan taksonomi tumbuhan.

2.    Sistematika Tumbuhan

Sistematika adalah ilmu yang secara ilmiah mempelajari keanekaragaman makhluk hidup serta sejarah hubungan kekerabatan evolusi yang ada di antara mereka. Gabungan antara taksonomi dan filogenetika.

Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam sistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain, taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh ini.

Klasifikasi  Ø Penempatan tumbuhan kedalam takson tertentu yang sesuai dengan sistem tata nama

Sistematika tumbuhan:

  1.  Kingdom
  2. Divisio
  3. Sub-divisio
  4. Class / Klas
  5. Sub-class / Sub-klass
  6. Ordo / bangsa
  7. Sub-ordo / sub-bangsa
  8. Familia / suku
  9. Genus / marga
  10.  Species / jenis

Ruang lingkup taksonomi dan sistematika lingkungan mempelajari tentang macam-macam keanekaragaman ditinjau dari kekerabatannya. Menurut pengertian baru taksonomi diberi pengertian sebagai ilmu yang mempelajari tentang teori-teori klasifikasi, pencirian dan penamaan. Dengan demikian kegiatan taksonomi mencakup tentang :

  1. Dasar-dasar pencirian
  2. Tata cara pengenalan dan hukum-hukum penamaan
  3. Asas-asas pengaturan tumbuhan dalam golongan atau kesatuan kelasnya secara ideal.

Biosistematik

–  Biosistematik menurut Camp dan Gilly (1943) menekankan pada penentuan batasan kesatuan biotik alami dan menerapkan pada nila-nilai unit suatu sistem penamaan yang memadai ini kepada tugas pemberitahuan informasi yang tepat tentang batasan yang ditentukan hubungan kekerabatan, variabilitas dan struktur dinamikanya.

–  Biosistematik menurut Clausen (1945), ia memandang bahwa genetika, morfologi komperatif dan ekologi sebagai sediaan data yang diperlukan, diambil dan diterapkan secara kolektif untuk studi dari spesiasi untuk mengambil suatu keputusan biosistematisnya.

Kunci Taksonomi

Kunci adalah suatu proses yang digunakan untuk dentifikasi tumbuhan yang belum diketahui namanya. Skema proses ini sering disebut kunci taksonomi. Nomenklatur adalah penerapan teknik penamaan tumbuhan sesuai dengan peraturan-peraturan yang tertera di dalam Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan (KITT)

Hubungan Taksonomi dengan Ilmu Pengetahuan Lainnya

Ilmu taksonomi mempunyai beberapa tugas yaitu:

1. Menyediakan jalan untuk memungkinkan orang untuk mengadakan pengenaian, penentuan atau pendeterminasian semua jenis tumbuhan yang ada didunia ini. Untuk itu para ahli sistematik telah menciptakan sistem tatanama ilmiah yang universal, menyusun kunci determinasi, menghimpun koleksi spesimen acuan dan lain-lain.

2.  Pengumpulan semua data yang lengkap untuk dipertalakan secara teratur sehingga memungkinkan orang menarik keuntungan dari pengetahuan yang ada dengan cepat.

3.  Menciptakan terciptanya sistem klasifikasi yang tersusun sedemikian rupa dan mencerminkan dekatnya hubungan kekerabatan alamiah diantara tumbuhan, yang sekaligus harus pula dapat mengungkapkan jalannya evolusi tumbuhan.

4. Dari segala pengetahuan yang sudah tercapai ini dilakukan pengkajian analisis dan disintesiskan kembali untuk memperoleh pengertian dasar ilmiah dari keanekaragaman dan hubungan kekerabatan tumbuhan dan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pendekatannya.

Mata rantai hubungan ilmu-ilmu lain dengan taksonomi tidaklah hanya masalah nama, peraturan pemberian nama yang benar secara internasional dan penggolongan saja, melainkan juga menentukan hubungan kekerabatan antar tumbuahan. Sehingga, ini penting untuk ilmu-ilmu terapan, seperti pertanian, kehutanan, farmasi, dan ilmu lainnya. Penggolongan tumbuhan harus dilengkapi dengan suatu dasar yang mantap dari ilmu-ilmu yang termasuk biologi, misalnya morfologi, anatomi, sitologi, embriologi, fisiologi, fitokimia, genetika, ekologi, fitogeografi, dan lain-lainnya.

Taksonomi merupakan dasar dari ilmu-ilmu lain, tetapi perkembangan taksonomi juga tergantung pula dari perkembangan ilmu-ilmu tadi. Klasifikasi yang baik dapat merupakan pedoman pencarian problem-problem penelitian biologi, serta bidang-bidang ilmu lainnya. Oleh karena itu para ahli taksonomi mempunyai tanggung jawab berat dalam membuat sistem klasifikasi yang dapat menjadi pedoman secara umum bagi ilmu lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s